Showing posts with label Rehat Sebentar.... Show all posts
Showing posts with label Rehat Sebentar.... Show all posts

25 Oct 2012

Hari Arafah


[Copy and paste directly from ILoveAllaah.com website]

Virtues of the Day of Arafaah 
[Posted by ilove Allaah editor]  

9th of Dhul Hijjah is the Day of Arafaah.


1. It is the day on which the religion was perfected and Allaah’s Favour was completed.

In Al-Saheehayn it was reported from ‘Umar ibn al-Khattaab (may Allaah be pleased with him) that a Jewish man said to him,

“O Ameer al-Mu’mineen, there is an aayah in your Book which you recite; if it had come to us Jews, we would have taken that day as an ‘Eid (festival).” ‘Umar said, “Which aayah?” He said: “This day I have perfected your religion for you, completed My favour upon you, and have chosen for you Islam as your religion.” [al-Maa’idah 5:3 – interpretation of the meaning]. ‘Umar said, “We know on which day and in which place that was revealed to the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him). It was when he was standing in ‘Arafaah on a Friday.”

2. It is a day of Eid for the people who are in that place.

The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said:

“Yawm ‘Arafaah (the day of ‘Arafaah), Yawm al-Nahr (the Day of Sacrifice) and Ayyaam al-Tashreeq (the 3 days following Yawm al-Nahr) are Eid (festival) for us, the people of Islam. These are days of eating and drinking.” This was narrated by the authors of al-Sunan. It was reported that ‘Umar ibn al-Khattaab said: “It – i.e., the aayah ‘This day I have perfected…’ was revealed on a Friday, the Day of ‘Arafaah, both of which – praise be to Allaah – are Eids for us.”

3. It is a day by which Allaah swore an oath.

The Almighty cannot swear by anything except that which is mighty. Yawm ‘Arafaah is the “witnessed day” mentioned in the aayah (interpretation of the meaning):

“By the witnessing day [Friday] and by the witnessed day [the Day of ‘Arafaah].” [al-Burooj 85:3].
It was reported from Abu Hurayrah (may Allaah be pleased with him) that the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said:

“The promised day is the Day of Resurrection, the witnessed day is the Day of ‘Arafaah, and the witnessing day is Friday.” Narrated by al-Tirmidhi and classed as saheeh by al-Albaani.It is the “odd” [i.e., odd-numbered, Witr] by which Allaah swore in the aayah (interpretation of the meaning):

“And by the even and the odd” [al-Fajr 89:3]. Ibn ‘Abbaas said: “The even is the Day of al-Adhaa [i.e., 10th Dhoo’l-Hijjah] and the odd is the Day of ‘Arafaah [i.e., 9th Dhoo’l-Hijjah] This is also the view of ‘Ikrimah and al-Dahhaak.

4. Fasting on this day is an expiation for two years.

It was reported from Abu Qutaadah (may Allaah be pleased with him) that the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) was asked about fasting on the Day of ‘Arafaah. He said,

“It expiates for the sins of the previous year and of the coming year.” [Narrated by Muslim]

This (fasting) is mustahabb for those who are not on Hajj. In the case of the one who is on Hajj, it is not Sunnah for him to fast on the Day of ‘Arafaah, because the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) did not fast on this day in ‘Arafaah. It was narrated that he forbade fasting on the Day of ‘Arafaah in ‘Arafaah.

5. It is the day on which Allaah took the covenant from the progeny of Adam.

It was reported that Ibn ‘Abbaas (may Allaah be pleased with him) said: the 

 Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) said:

 “Allaah took the covenant from the loins of Adam in Na’maan, i.e., ‘Arafaah. He brought forth from his loins all his offspring and spread them before Him, then He addressed them, and said: ‘Am I not your Lord? They said, ‘Yes, we testify,’ let you should say on the Day of Resurrection: ‘Verily, we have been unaware of this.’ Or lest you should say: ‘It was only our fathers aforetime who took others as partners in worship along with Allaah, and we were (merely their) descendents after them; will You then destroy us because of the deeds of men who practised Al-Baatil (i.e., ploytheism and committing crimes and sins, invoking and worshipping others besides Allaah)?’ [al-A’raaf 7:172-173 – interpretation of the meaning].”

[Narrated by Ahmad and classed as saheeh by al-Albaani. And there is no greater day than this and no greater covenant than this.]

6. It is the day of forgiveness of sins, freedom from the Fire and pride in the people who are there:

In Saheeh Muslim it was narrated from ‘Aa’ishah (may Allaah be pleased with her) that the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said:

“There is no day on which Allaah frees more people from the Fire than the Day of ‘Arafaah. He comes close and expresses His pride to the angels, saying, ‘What do these people want?’”It was reported from Ibn ‘Umar that the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said:

“Allaah expresses His pride to His angels at the time of ‘Ishaa’ on the Day of ‘Arafaah, about the people of ‘Arafaah. He says, ‘Look at My slaves who have come unkempt and dusty.’”Narrated by Ahmad and classed as saheeh by al-Albaani.

And Allaah knows best.

3 Aug 2012

Sunnah di hari Jumaat



 
credit gambar : Google

Amalan-Amalan yang Disyari'atkan pada Hari Jumaat


 Membaca surah al-Sajdah dan al-Insan dalam solat subuh.
Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata:
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat subuh membaca: "ALIF LAAM MIIM TANZIIL AS-Sajadah (Surah As-Sajadah), dan 'HAL ATAA 'ALAL INSAANI HIINUM MINAD DAHRI (Surah Al-Insaan)." (Al-Bukhari dan Muslim)

Memperbanyakkan selawat
Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata,
"Perbanyaklah selawat kepadaku setiap hari jumaat kerana selawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jumaat, maka barangsiapa yang paling banyak berselawat kepadaku, dia akan paling dekat darjatnya denganku." (Baihaqi dengan sanad shahih)

Membaca surat Al Kahfi
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jumaat akan diberikan cahaya baginya diantara dua jumaat." (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)



Memperbanyak do'a (Abu Daud)

 Amalan-amalan solat jumaat (bagi laki-laki)
- Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.
- Berpagi-pagi menuju tempat shalat jumaat.
- Diam mendengarkan khatib berkhutbah. 
- Memakai pakaian yang terbaik. 
- Melakukan solat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.

Manfaatkan kelebihan hari Jumaat ini dengan amalan-amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah saw sebagaimana disebut dalam hadis-hadis di atas. Semoga Allah merahmati dan membimbing kita semua ke jalan yang diredaiNya.

Allah s.w.t berfirman:
Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al-Imran:31)


Jom amalkan Sunnah-sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam! ^_^

credit : I Luv Islam

27 Jul 2012

Jumaat


KEUTAMAAN HARI JUMAAT

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:
"Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam syurga, serta diturunkan dari syurga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin solat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya."

Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari
Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:
"Hari jumaat adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jumaat ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jumaat terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jumaat juga Adam dimatikan, di hari jumaat terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jumaat pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jumaat." (HR. Ahmad)

Waktu yang mustajab untuk berdo'a
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut hari jumaat lalu beliau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Di hari jumaat itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan solat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta'ala, nescaya permintaannya akan dikabulkan." Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari Muslim)
Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat. Di antara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat:

Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan solat jumaat
Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu bahwa 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata padanya, "Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadis dari Rasulullah sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jumaat?" Lalu Abu Burdah mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Iaitu waktu antara duduknya imam sampai solat dilaksanakan.'" (HR. Muslim)
Imam Nawawi rahimahullah menguatkan pendapat di atas. Sedangkan Imam As-Suyuthi rahimahullah menentukan waktu yang dimaksud adalah ketika solat didirikan.

Batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah Asar
Dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Hari jumaat itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah 'asar." (HR. Abu Dawud)
Dan yang menguatkan pendapat kedua ini adalah Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, beliau mengatakan bahwa, "Ini adalah pendapat yang dipegang oleh kebanyakan generasi salaf dan banyak sekali hadis-hadis mengenainya."

Dosa-dosanya diampuni antara jumaat tersebut dengan jumaat sebelumnya
Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah seseorang mandi pada hari jumaat dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan solat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan saksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jumaat tersebut dan jumaat berikutnya." (HR. Bukhari)


kredit : iluvislam.com

27 May 2012

Quote from Maher Zain

Sometimes the best thing you can do is not think, not wonder, not worry, not obsess.
Just breathe, and have faith that everything will work out for the best
- Maher Zain -
(taken from Google images)
-ambil sebab nampak macam KLCC kat background tu-

p/s : I really need a break but I can't. So, the best thing is let it go and face the new day with smile.

25 May 2012

Senyum...






Senyum seindah suria
Yang membawa cahya
Senyumlah dari hati
Duniamu berseri

Senyum umpama titian
Dalam kehidupan
Kau tersenyum ku tersenyum
Kemesraan menguntum

Senyum... kepada semua
Senyumanmu amatlah berharga
Senyum... membahagiakan
Dengan senyuman terjalinlah
Ikatan...

23 May 2012

Doa-doa Rasulullah s.a.w. sebelum salam...

Apakah doa yang anda baca sebelum memberi salam dalam solat?Atau anda tidak pernah berdoa ketika itu?

Sekiranya anda tidak pernah mengamalkannya maka anda tersangat rugi kerana waktu itu merupakan waktu doa yang mustajab dan merupakan amalan Rasulullah S.A.W. sepanjang hidupnya.

Sangat banyak doa-doa yang dibaca oleh baginda selepas tasyahhud dan sebelum salam. Berikut adalah doa-doa tersebut :

1. Ya Allah! Aku berlindung denganMu daripada azab neraka jahanam, daripada azab kubur, daripada fitnah kehidupan dan kematian, dan daripada kejahatan fitnah dajjal. - [Imam Muslim]

2. Ya Allah! Aku berlindung denganMu daripada azab kubur, aku berlindung denganMu daripada fitnah Dajjal, aku berlindung denganMu daripada fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah! Aku berlindung denganMu daripada dosa dan hutang. - [Imam al-Bukhari]

3. “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari bakhil, aku berlindung kepadaMu dari penakut, aku berlindung kepadaMu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlin-dung kepadaMu dari fitnah dunia dan siksa kubur. - [Imam al-Bukhari]

4. “Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk mengingatiMu, bersyukur kepadaMu dan ibadah yang baik untukMu. - [ Abu Dawud dan al-Nasa’ie]

5. Ya Allah! Aku berlindung daripada kejahatan yang telah aku lakukan, dan daripada kejahatan lakukan. - [al-Nasa’i]

6. Ya Allah! Hitunglah aku dengan perhitungan yang mudah.

7. Ya Allah! Sesungguhnya aku telah banyak menzalimi diriku sendiri. Tiada yang dapat mengampunkan dosa-dosa kecuali Engkau, maka ampunilah diriku dengan keampunan yang Engkau miliki. Rahmatilah aku. Sesungguhnya Maha Pengampun dan Penyayang. - [Imam al-Bukhari]

8. Ya Allah! Aku memohon kepada Mu. Ya Allah Yang Maha Esa. Yang Tidak Melahirkan dan Tidak Dilahirkan, dan tidak ada yang setara dengannya, Engkau ampunilah dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Penyayang. - [Imam Abu Dawud]

9. Ya Allah! Ampunilah aku untuk apa yang telah aku (lakukan) di masa lalu dan apa yang akan aku (lakukan) di masa hadapan, apa yang aku (lakukan) secara tersembunyi dan apa yang aku (lakukan) terang-terangan, apa yang telah aku berlebih-lebihan, dan apa-apa yang lebih Engkau ketahui berbanding diriku sendiri. Engkaulah Yang Mendahului dan Engkaulah Yang Mengakhiri. Tiada yang berhak disembah melainkan Engkau. - [Imam Abu Dawud]

10. “Ya Allah! Sesungguhnya aku mo-hon kepadaMu, agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepadaMu dari Neraka. - [ Abu Dawud]

Semoga kita dapat mengamalkan doa-doa Rasulullah S.A.W. ini dalam setiap kali solat. InsyaAllah..

PESANAN: Tolong TAG dan klik SHARE ya? Malaikat sentiasa mencatat amal baik tuan-puan semua. Amin. Fisabillillah!

~Di petik dari fan page Tanyalah Ustazah~

8 Aug 2011

Six easy ways to earn even after death

Assalammualaikum semua....
Dalam membuang semua habuk yang terselit disana sini kat Facebook tu, mulalah nak terjah muka buka orang lain. yalah, masa-masa Ramadhan inilah, banyak entri-entri menarik. Semua menjurus ke arah ke arah kebaikan. Tetiba, terjumpa satu entri ni yang saya rasakan sangat menarik untuk ambil dan kongsikan kat sini....kredit untuk awak, wahai kawan, Siti Radiana....
Jom baca sama-sama...
Six easy ways to earn even after death.
1) Give a copy of Qur'an to someone. Each time one reads from it, u gain.
2) Donate a wheelchair to a hospital. Each time sick person uses it, u gain.
3) Participate in building a Masjid.
4) Place water cooler in a public place.
5) Plant a tree. U gain whenever a person, animal sits in its shade or eats from it.
6)And the easiest of all, Sharing this message with people. Even if 1 applies any of the above, u gain.